Fenomena Sport Tourism di wilayah Jawa Timur telah menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan. Stadion, sirkuit balap, hingga lintasan dayung yang tersebar di berbagai kota seperti Surabaya, Malang, dan Banyuwangi kini mulai dikelola secara profesional sebagai destinasi kunjungan. Wisatawan tidak hanya datang untuk menonton pertandingan, tetapi juga bisa merasakan pengalaman berlatih di tempat yang sama dengan para atlet nasional. Program tur stadion, museum prestasi olahraga, hingga paket latihan singkat bersama pelatih berlisensi menjadi daya tarik utama bagi para penggemar kebugaran dari dalam dan luar negeri.
Langkah inovatif di wilayah Jatim ini juga berdampak pada perawatan fasilitas yang lebih baik. Dengan adanya pemasukan dari sektor pariwisata, biaya pemeliharaan infrastruktur yang biasanya membebani anggaran daerah dapat tertutupi secara mandiri. Hal ini menciptakan siklus yang sehat: fasilitas yang terawat akan menarik lebih banyak wisatawan, dan pendapatan dari wisatawan akan digunakan untuk meningkatkan kualitas sarana latihan bagi para atlet. Dengan demikian, atlet tetap mendapatkan tempat latihan terbaik tanpa terganggu oleh keterbatasan dana operasional, sementara publik mendapatkan akses ke fasilitas berkualitas tinggi.
Selain itu Sport Tourism, pengembangan kawasan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar lokasi fasilitas tersebut. Sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi lokal ikut merasakan dampak positif dari kunjungan wisatawan yang datang untuk mengikuti acara lari maraton, balap sepeda, atau kompetisi olahraga air. Integrasi ini menjadikan olahraga sebagai mesin penggerak industri kreatif yang sangat efektif. Pemerintah daerah pun mulai memperbaiki infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan penginapan bertema olahraga untuk mendukung visi menjadikan Jawa Timur sebagai ibu kota wisata olahraga di Indonesia bagian timur.
Namun, tantangan dalam menjalankan konsep ini adalah menjaga keseimbangan antara fungsi utama sebagai pusat prestasi dan fungsi komersial sebagai destinasi Wisata. Harus ada jadwal yang sangat ketat agar kunjungan turis tidak mengganggu konsentrasi para atlet yang sedang mempersiapkan diri untuk kejuaraan besar. Pengaturan zonasi di dalam kawasan olahraga menjadi sangat penting, di mana area latihan inti tetap harus steril dan privat, sementara area publik dikemas secara menarik dengan berbagai spot foto dan aktivitas interaktif. Manajemen profesional menjadi kunci utama keberhasilan transisi aset ini.
