Debat antara peran lemak (Fats) dan karbohidrat (Carbs) dalam diet atlet telah lama menjadi inti dari upaya Manajemen Makronutrien yang bertujuan untuk Meningkatkan Daya Tahan (Endurance). Bagi seorang Endurance Pesepeda, pemahaman tentang bagaimana tubuh memproses kedua sumber energi ini sangatlah krusial untuk memaksimalkan kinerja. Karbohidrat adalah sumber energi yang cepat dan efisien, diolah menjadi glikogen yang digunakan terutama saat intensitas latihan tinggi. Sebaliknya, lemak adalah cadangan energi yang sangat besar dan lebih stabil, yang tubuh utamakan saat beraktivitas dengan intensitas rendah hingga sedang. Dengan manajemen yang tepat, atlet dapat melatih tubuh mereka untuk menggunakan lemak secara lebih efisien, sehingga cadangan glikogen dapat dihemat untuk momen-momen kritis balapan.
Strategi fueling modern tidak lagi hanya memilih salah satu, melainkan menerapkan Manajemen Makronutrien yang fleksibel (metabolic flexibility). Ini melibatkan praktik seperti train low, race high, di mana sesi latihan ringan hingga sedang dilakukan dengan cadangan karbohidrat yang rendah (train low) untuk mendorong tubuh beradaptasi dan menjadi lebih baik dalam membakar lemak. Namun, ketika mendekati balapan atau sesi Latihan Intensitas Tinggi (seperti yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya), asupan karbohidrat harus ditingkatkan (race high) untuk memastikan cadangan glikogen penuh. Menurut data dari Pusat Penelitian Nutrisi Olahraga Nasional pada 15 April 2024, efisiensi pembakaran lemak meningkat hingga 20% pada atlet yang menerapkan train low selama empat minggu. Tujuan utama dari adaptasi ini adalah Meningkatkan Daya Tahan secara keseluruhan dengan memperlambat laju penggunaan glikogen.
Proporsi ideal dari Manajemen Makronutrien untuk Endurance Pesepeda sangat bervariasi, tetapi umumnya terdiri dari 55-65% karbohidrat, 20-30% lemak, dan 15-20% protein, disesuaikan berdasarkan fase latihan. Lemak yang dipilih sebaiknya adalah lemak tak jenuh sehat, seperti yang ditemukan pada alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Sebagai penunjang logistik, penyediaan makanan di event besar juga sangat memperhatikan keseimbangan makronutrien ini. Pada acara Endurance Challenge di kawasan Puncak pada hari Sabtu, 21 Juni 2025, panitia di bawah pengawasan Kepala Panitia Pelaksana, Bapak Haris Prawira, memastikan bahwa feeding station menyediakan opsi makanan kaya karbohidrat (seperti nasi dan pasta) dan opsi kaya lemak sehat (seperti trail mix dan peanut butter sandwich) untuk mendukung Meningkatkan Daya Tahan para peserta selama balapan. Dengan perencanaan nutrisi yang teliti dan pemahaman yang mendalam tentang peran lemak dan karbohidrat, setiap Endurance Pesepeda dapat mencapai performa maksimalnya.
