Berapa Kebutuhan Kalorimu? Panduan Hitung BMR & TDEE Untuk Diet Sehat
Berapa Kebutuhan Kalorimu? Panduan Hitung BMR & TDEE Untuk Diet Sehat

Berapa Kebutuhan Kalorimu? Panduan Hitung BMR & TDEE Untuk Diet Sehat

Banyak program penurunan maupun pemeliharaan berat badan gagal karena seseorang tidak memahami jumlah energi riil yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Mengurangi porsi makan secara ekstrem tanpa perhitungan yang tepat justru memicu penurunan laju metabolisme dan pengikisan massa otot. Seperti halnya menyusun kombinasi crunches leg raise dalam porsi yang pas untuk melatih otot perut, pengaturan pola makan juga membutuhkan dasar perhitungan matematis yang jelas. Mengetahui angka kebutuhan kalori harian menjadi langkah awal yang paling krusial sebelum memulai diet.

Langkah awal menentukan kebutuhan kalori adalah menghitung Basal Metabolic Rate atau BMR, yaitu jumlah energi minimal yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi organ vital saat beristirahat total. Perhitungan BMR umumnya menggunakan rumus Mifflen-St Jeor yang memperhitungkan variabel jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan usia.

Setelah nilai BMR didapatkan, langkah berikutnya adalah mengalikannya dengan faktor aktivitas fisik untuk memperoleh nilai Total Daily Energy Expenditure atau TDEE. Faktor pengali ini berkisar dari angka rendah untuk gaya hidup kurang bergerak hingga angka tinggi bagi mereka yang rutin berolahraga berat.

Nilai TDEE merupakan patokan angka kalori pemeliharaan untuk mempertahankan berat badan saat ini secara stabil. Untuk menurunkan berat badan, potong asupan harian sebesar tiga ratus hingga lima ratus kalori dari nilai TDEE guna menciptakan defisit kalori yang aman.

Sebaliknya, bagi mereka yang ingin menaikkan massa otot, tambahkan asupan kalori secara bertahap di atas angka TDEE yang diimbangi dengan latihan beban teratur. Evaluasi perkembangan berat badan setiap dua minggu untuk menyesuaikan kembali angka kebutuhan seiring perubahan komposisi tubuh.

Memahami keseimbangan energi membuat proses pengaturan pola makan menjadi lebih fleksibel dan terukur. Pendekatan berbasis data ini menjamin program diet berjalan aman, sehat, dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.